IMAN BERTINDAK
Matius pasal 9 ayat 22
Saudara, percaya terhadap sesuatu yang langsung bisa dikecap, diraba, dilihat, didengar adalah hal yang mudah... dan tentu memuaskan pancaindra maupun akal pikiran kita.
Padahal, rohani kita dilatih agar tidak bersandar pada pancaindra atau pengetahuan semata. Tuhan melatih kita untuk berjalan oleh iman, bukan oleh penglihatan.
Ibrani pasal 11 ayat 1 mengatakan:
"Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan, dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat."
"Tambahkanlah iman kami!"
Bagaimana Iman Kita Seharusnya Bertumbuh?
1. Iman Memiliki Tingkat Pertumbuhan
Iman bukanlah sesuatu yang statis. Ia seperti otot: semakin sering digunakan—semakin sering kita berdoa, membaca Firman, taat, dan mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari—maka iman akan semakin kuat dan matang. Ia bertumbuh dari kecil menuju sempurna (bukan dalam hal keselamatan, tetapi dalam hal ketangguhan menghadapi ujian).
2. Iman Hidup Memiliki Otoritas
Namun Saudara, ada satu kebenaran penting yang tidak boleh terbalik: Bukan iman yang besar yang memindahkan gunung, melainkan iman yang hidup—sekecil biji sesawi sekalipun—sudah memiliki otoritas dari Tuhan.
"Kalau sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja, kamu dapat berkata kepada pohon ara ini: Terbantunlah engkau dan tertanamlah di dalam laut, dan ia akan taat kepadamu."
Perhatikan: Yesus tidak berkata, "Tunggulah sampai imanmu tumbuh menjadi pohon, baru engkau bisa memindahkan gunung." Tidak! Justru iman sekecil biji sesawi yang hidup sudah cukup untuk melakukan hal yang mustahil. Yang menentukan bukan besar kecilnya iman, tetapi ada atau tidaknya iman itu—dan terlebih lagi, besar kecilnya Tuhan yang kita imani.
3. Fungsi dari Pertumbuhan Iman
Lalu apa gunanya pertumbuhan iman dari biji menjadi pohon (Matius 13:32)? Pertumbuhan iman berguna untuk membentuk karakter dan menjadi berkat bagi orang lain (seperti burung yang bersarang di cabang pohon yang besar), bukan untuk mendapatkan kuasa yang lebih besar. Kuasa sudah diberikan sejak awal.
"Ambillah langkah pertama dalam iman. Anda tidak harus melihat seluruh tangga, cukup ambil langkah pertama."
KESIMPULAN
Saudara, iman itu untuk dijalani, bukan untuk didiamkan. Iman akan terus bertumbuh dalam hidup kita seiring dengan kedewasaan rohani yang terus kita usahakan—bukan dengan usaha keselamatan, tetapi dengan usaha ketaatan dan kerinduan kepada Tuhan.
Jadi: Mulailah dengan iman sekecil biji sesawi. Gunakan iman itu setiap hari (doa, Firman, taat). Maka iman itu akan bertumbuh menjadi kokoh, dan Saudara akan mengalami mujizat-wijizat Tuhan. Tuhan memberkati.
