MENGAPA MEMUJI TUHAN-IBADAH KELUARGA SEJAHTERA
Mengapa
Kita Memuji Tuhan
Wahyu 4:11
Mengapa kita memuji Tuhan? Apakah Tuhan kita adalah Tuhan yang haus pujian? Apakah jika tidak memuji Tuhan akan ada hukuman? Ataukah dikarenakan sebuah dogma — Dia tuan kita hamba — lalu kita serta-merta berlutut memuji-Nya?
Artinya, di balik pujian yang kita naikkan, ada sebuah pengalaman pribadi yang nyata. Saya bisa seperti ini karena Tuhan, saya diberkati karena Tuhan, saya mengalami mukjizat karena Tuhan. Oleh sebab itu, pujian yang dinaikkan bukan sekadar lantunan nyanyian, melainkan sebuah penghargaan tulus kepada Allah yang hidup.
Dan sambil berpaling kepada perempuan itu, Ia berkata kepada Simon: "Engkau lihat perempuan ini? Aku masuk ke rumahmu, namun engkau tidak memberikan Aku air untuk membasuh kaki-Ku, tetapi dia membahasai kaki-Ku dengan air mata dan menyekanya dengan rambutnya. Engkau tidak mencium Aku, tetapi sejak Aku masuk ia tiada henti-hentinya mencium kaki-Ku. Engkau tidak meminyaki kepala-Ku dengan minyak, tetapi dia meminyaki kaki-Ku dengan minyak wangi."
Kata orang itu kepada-Nya: "Perintah yang mana?" Kata Yesus: "Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta, hormatilah ayahmu dan ibumu dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri." Kata orang muda itu kepada-Nya: "Semuanya itu telah kuturuti, apa lagi yang masih kurang?"
Pemuda ini mampu memberi dan melakukan kewajiban lebih banyak daripada orang pada umumnya. Namun, kedalaman hatinya kosong, karena ia menganggap tindakan mengikut Tuhan tak lebih dari menyelesaikan ujian tulis kenaikan kelas.
Sementara wanita dalam Lukas 7 tidak henti-hentinya mencium kaki Yesus. Ia membasuh kaki-Nya dengan air mata, dan menuangkan minyak wangi yang berharga tanpa ada perasaan sayang sedikit pun. Siapapun akan tersentuh dengan ketulusan sikap wanita itu dibandingkan dengan kebenaran formalitas milik pemuda tadi.
Ia mengalir sebagai ungkapan terima kasih atas anugerah, kesembuhan, penyertaan, dan perlindungan-Nya yang sempurna sepanjang musim hidup kita.
1 Tesalonika 5:18Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.
Memuji Tuhan adalah cerminan cinta kita yang sesungguhnya kepada-Nya. Kedangkalan ataupun kedalaman seseorang dalam menaikkan pujian menyiratkan seberapa besar posisi Tuhan bertahta di dalam ruang hati kita.
Amin. Tuhan Memberkati.
