Minggu, 12 Juli 2026

JANGAN SEPERTI ELIFAS

🎧 DENGAR RENUNGAN:
Renungan Harian
Ayub 5 : 17 “Sesungguhnya, berbahagialah manusia yang ditegur Allah; sebab itu janganlah engkau menolak didikan Yang Mahakuasa.”

Saudara, ayat ini adalah sebuah kebenaran Firman, tetapi diucapkan oleh mulut yang salah.

Pernyataan Elifas di Ayub pasal lima ayat tujuh belas itu sendiri adalah sebuah kebenaran. Memang benar, bahwa orang yang dikasihi Tuhan, sering kali dididik atau ditegur oleh-Nya. Tetapi, dia tidak memahami dengan utuh maksud Tuhan kepada Ayub, sehingga Elifas menggunakan ayat ini sebagai senjata untuk menghakimi.

"Dia berasumsi: Ayub, kamu menderita, berarti kamu pasti berdosa. Allah menegurmu, jadi kamu harus mengakui dosamu."

Saudara, Elifas telah memaksakan logika sebab-akibat yang kaku. Dia tidak tahu apa yang terjadi di balik layar, yaitu dialog antara Allah dan Iblis di surga yang menyatakan bahwa Ayub adalah orang Saleh, jujur, dan akan diuji seijin Allah.

Kesalahannya ada pada konteksnya.
Sama seperti mengutip ayat Alkitab untuk membenarkan tindakan yang salah, Elifas menggunakan prinsip yang benar untuk tujuan yang salah, yaitu menuduh orang yang tidak bersalah.

Lalu, apa aplikasi yang benar bagi kita?

Kita tidak boleh menggunakan ayat ini untuk menghakimi orang lain, seperti yang dilakukan Elifas. Tetapi, gunakan firman untuk diri sendiri terlebih dahulu. Kita bisa mengatakan pada diri sendiri: "Jika aku sedang ditegur atau diizinkan menderita, aku tidak akan menolak proses ini. Karena aku tahu, ini adalah bukti bahwa aku tetap berada di bawah pengawasan kasih-Nya."

Saudara! Firman Allah tidak pernah salah. Terapkan standar untuk diri sendiri terlebih dahulu. Jadikan setiap Firman, sebagai jangkar bagi iman kita di tengah badai.

Amin.

bm

"Dadi Banyu Ojo Wedi Aro Watu|Air tidak boleh takut dengan batu".

avatar
Admin RENUNGAN 2 MENIT Online
Welcome to RENUNGAN 2 MENIT theme
Chat with WhatsApp