KEMBALI KEPADA GAMBAR ALLAH
Kita dipanggil untuk memancarkan karakter-Nya—hidup dalam kasih, kekudusan, kebenaran, kerendahan hati, dan ketaatan kepada-Nya. Karena itulah Tuhan tidak membiarkan anak-anak-Nya berjalan tanpa arahan.
Melalui teguran, nasihat, didikan, bahkan proses kehidupan, Allah sedang membentuk kembali karakter kita agar semakin mencerminkan siapa Dia.Teguran bukanlah tanda bahwa Allah menjauh. Sebaliknya, teguran adalah bukti bahwa Dia masih berkarya dalam hidup kita. Seorang pemahat rela mengikis bagian-bagian yang tidak diperlukan agar sebuah batu menjadi karya yang indah.
"Teguran bukan untuk menjatuhkan, melainkan untuk membentuk. Didikan bukan untuk menyakiti, melainkan untuk memulihkan."
Demikian pula Tuhan mengikis kesombongan, amarah, ego, kepahitan, dan kebiasaan yang tidak berkenan kepada-Nya, supaya karakter Kristus semakin nyata dalam hidup kita. Karena itu, jangan hanya bertanya, "Mengapa Tuhan menegurku?" Tetapi belajarlah bertanya, "Karakter apa yang sedang Tuhan bentuk di dalam diriku?"
Setiap teguran yang diterima dengan hati yang lembut akan menjadi langkah menuju kehidupan yang semakin mencerminkan gambar Allah sebagaimana tujuan-Nya sejak semula.
