PERUBAHAN KECIL Renungan tentang kuasa hal-hal kecil dalam hidup kita
“Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.”
Bagaimana bisa orang berjalan ratusan kilometer jika dia tidak pernah sama sekali berjalan puluhan kilometer? (rasanya tidak mungkin mampu)
Saya ingin katakan bahwa semua dimulai dari perubahan kecil.
”Bagaimana bisa orang menjadi lebih baik, jika dia tidak pernah berpikir baik. Rasul Paulus katakan — pikirkan semuanya itu.”
Jika kita hari ini saja bersedia berubah, misal tidak menyalahkan orang lain, menahan diri untuk tidak bergosip. Sehari mungkin berat, sebab sudah terbiasa. Dua hari terasa agak ringan, hari ketiga dilatih lagi, hari keempat dan seterusnya.... setelah 1 tahun saudara akan melihat hasilnya. (ternyata saudara bisa menjadi orang baik)
HAL KECIL YANG HARUS KITA BIASAKAN:
- Pikirkan yang benar.
- Ucapkan yang benar.
- Bersikap yang benar.
- Bertindak dengan benar.
Berpikir adalah pondasi manusia sebelum bertindak.
“sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat….”
Pikiran adalah pintu gerbang segalanya, sebab perbuatan jahat selalu dimulai dari pikiran.
Membiasakan diri mengucapkan yang benar bukanlah hal yang mudah.
Beranilah memulai untuk berkata jujur dalam perkara-perkara sepele, berbicara dengan penuh kasih, dan memastikan setiap kata yang keluar adalah perkataan yang membangun orang lain.
Membiasakan diri mengucapkan kebenaran dan kebaikan—meskipun dalam situasi yang sulit—adalah latihan kecil yang melatih hati kita agar selaras dengan kasih Allah.
“Demikian juga lidah, walaupun suatu anggota kecil dari tubuh, namun dapat memegahkan perkara-perkara yang besar. Lihatlah, betapapun kecilnya api, ia dapat membakar hutan yang besar.”
Sikap yang benar harus dimulai dari cara kita mendengar. Karena kita seringkali gagal menyimak dengan empati.
“Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, lambat untuk berkata-kata, dan lambat untuk marah.”
Di dunia yang penuh dengan kebisingan, membiasakan diri untuk “cepat mendengar dan lambat berkata-kata” meredam ego kita. Sikap batin yang benar dalam mendengarkan juga berlaku saat kita membaca Firman Tuhan; kita datang bukan untuk mendebat, melainkan untuk dibentuk dan diajar.
Jika cara kita mendengar sudah benar, maka cara kita memahami juga akan benar.
Jika kita bisa memahami dengan benar, maka keputusan kita juga benar.
Bertindak dengan benar mencakup kejujuran dalam pekerjaan kecil, menepati janji-janji sepele, dan melakukan apa yang patut meskipun tidak mendatangkan pujian. Kebiasaan melakukan kebenaran dalam hal-hal kecil akan menciptakan daya tahan moral saat kita menghadapi ujian yang besar.
“Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar.”
Memang hal kecil selalu tidak kelihatan, tidak kepikiran, bahkan tidak diperhitungkan.
Tetapi percayalah jika rutin kita lakukan, setia kita jalankan maka: 1 bulan kemudian, 2 bulan kemudian, 1 tahun kemudian kita akan melihat dampaknya.
