Kamis, 21 November 2024

URAPANNYA MENYEMBUHKAN LUKA HATI

AUDIO RENUNGAN DISINI:


Lukas 4:18
"Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku."

Kehidupan sering kali membawa luka-luka yang perlu dipulihkan. Luka-luka ini bisa datang dari berbagai sumber:

  • Luka karena keluarga. Luka ini tidak selalu menimbulkan dendam, tetapi cukup membuat seseorang tercabik-cabik, seperti dilukai oleh anak, orang tua, pasangan, atau saudara. Jika ada orang yang sampai dendam pada keluarganya sendiri, itu menandakan betapa dalam lukanya.
  • Luka karena orang lain. Luka ini sering menimbulkan kekecewaan yang mendalam sehingga melahirkan kepahitan dalam hati.

Apapun jenis lukanya, luka-luka itu harus diobati, karena:

(1) Luka memicu kerusuhan

Ibrani 12:15
"Jagalah supaya jangan ada seorang pun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang."

Akar pahit berasal dari kata Yunani "rhiza pikran" (ρίζα πικράν), yang menggambarkan perasaan atau sikap yang tidak sehat, seperti kebencian atau amarah. Perasaan ini dapat mempengaruhi hati seseorang, menyebabkan kerusuhan dalam hubungan dan mencemarkan lingkungan sekitar.

Tarachē, atau kerusuhan, sering digunakan untuk menggambarkan situasi kekacauan baik dalam masyarakat, organisasi, maupun hubungan interpersonal. Luka yang tidak diselesaikan dapat menciptakan ketegangan yang mengganggu keharmonisan.

(2) Luka hati membuat seseorang tidak maksimal

Bayangkan seorang gitaris yang jarinya terluka, seperti terkena cantengan. Ia mungkin masih bisa bermain, tetapi tidak maksimal. Sama halnya dengan luka hati. Jika dibiarkan, ada bagian hidup yang hilang. Kita mungkin terlihat baik-baik saja, tetapi kita tahu, dan Tuhan juga tahu, bahwa ada sesuatu yang kurang.

Kita harus bersedia disembuhkan dan memberi diri untuk diobati. Memang ada luka-luka yang dapat sembuh dengan istirahat,menyendiri, tetapi ada juga yang membutuhkan perawatan khusus dari Tuhan, Sang Dokter Jiwa.

Contoh- seseorang yang terus-menerus mengkritik orang lain mungkin sebenarnya menyimpan luka hati. Firman Tuhan berkata:

2 Timotius 2:17
"Perkataan mereka menjalar seperti penyakit kanker. Di antara mereka termasuk Himeneus dan Filetus."

Orang seperti ini membutuhkan lawatan Tuhan karena ucapannya dapat melukai banyak orang. Tuhan menawarkan pemulihan bagi siapa saja yang datang kepada-Nya dengan hati terbuka. Biarkan urapan-Nya memulihkan kita sepenuhnya.

Datanglah kepada-Nya, dan biarkan Dia menyembuhkan setiap luka di hatimu. Amin (Pdt. Agus Winardi)

bm

"Dadi Banyu Ojo Wedi Aro Watu|Air tidak boleh takut dengan batu".

avatar
Admin RENUNGAN 2 MENIT Online
Welcome to RENUNGAN 2 MENIT theme
Chat with WhatsApp