BAHAGIA MELEWATI ANIAYA
"Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga."
Matius 5:10
Sdr... tentu ayat ini terasa sangat paradoks dengan kenyataan. Dalam keseharian, penganiayaan selalu memiliki konotasi negatif. Ia bukanlah sesuatu yang kita impikan, apalagi kita nantikan. Jika bisa memilih, kita semua pasti akan menghindarinya.
Mengapa kita justru dikatakan berbahagia saat menderita?
Kata "berbahagia" di sini merujuk pada sukacita yang melampaui keadaan fisik—sebuah damai sejahtera yang berasal dari hubungan karib dengan Tuhan.
Penganiayaan karena kebenaran bukanlah sebuah kecelakaan, melainkan sebuah tanda kehormatan. Di tengah tekanan, Tuhan hadir dengan penghiburan-Nya yang paling dalam, mengakui kita secara pribadi sebagai milik-Nya.
"Dunia bisa merampas kenyamanan kita, tapi dunia tidak bisa merampas jati diri kita sebagai pewaris Kerajaan Sorga."
Tetaplah bersukacita dalam mengikut Kristus. Jika hari ini Anda harus melewati penderitaan, percayalah bahwa Anda tidak berjalan sendiri. Roh Kudus memberikan kekuatan yang memampukan kita melewati segalanya.
Tetap Semangat • Amin
Pdt. Agus Winardi
