MEMASTIKAN KEHENDAK TUHAN
Renungan Hari Ini
Dalam perjalanan iman Kristen, salah satu tantangan yang sering kita hadapi adalah kemampuan untuk membedakan antara kehendak Tuhan dan keinginan pribadi. Perlu kita sadari bahwa tidak semua dorongan hati yang terasa meyakinkan berasal dari Tuhan. Oleh karena itu, diperlukan ketajaman rohani untuk menguji setiap langkah kita agar selaras dengan kehendak-Nya.
1. Kehendak Allah tidak pernah bertentangan dengan Firman Allah.
Intuisi rohani tidak akan pernah bertentangan dengan Alkitab. Dalam Ibrani 4:12, disebutkan bahwa Firman Allah hidup dan kuat, yang mampu memisahkan jiwa dan roh, serta sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita. Jika Anda merasa mendapatkan tuntunan, pasti akan mencerminkan kasih, kekudusan, dan karakter Kristus sebagaimana yang tertulis dalam Firman-Nya.
Meskipun jalan yang ditempuh mungkin menantang. Filipi 4:7 menegaskan bahwa damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiran kita dalam Kristus Yesus. Apabila sebuah keputusan justru menimbulkan kegelisahan yang terus-menerus, sebaiknya berhentilah sejenak, berdoalah, dan mintalah hikmat Tuhan agar Anda dapat memahami maksud-Nya dengan lebih jelas.
Sebab Tuhan sering kali berbicara dan meneguhkan rencana-Nya melalui komunitas orang percaya. Amsal 11:14 menyatakan, "Jikalau tidak ada pimpinan, jatuhlah bangsa, tetapi jikalau penasihat banyak, keselamatan ada." Artinya, Janganlah memikul pergumulan dalam mengambil keputusan seorang diri. Mintalah nasihat atau bimbingan dari mentor maupun rekan rohani yang memiliki kedewasaan iman dan takut akan Tuhan.
