ALLAH MAHA BESAR
Belajar Mengenal Siapakah Pribadi Allah?
Saudara, dalam bahasa Ibrani, frasa "Ehyeh Asher Ehyeh" (אֶהְיֶה אֲשֶׁר אֶהְיֶה) sering kali diterjemahkan sebagai "Aku adalah Aku" atau "Aku akan menjadi apa yang Aku kehendaki untuk menjadi".
Dengan kata lain, eksistensi diri-Nya sendiri membuat Allah disebut sebagai Yang Maha Besar. Ia menjadi yang terbesar bukan karena sekadar dianggap besar atau diduga sebagai Yang Besar oleh makhluk ciptaan-Nya. Sebaliknya, ayat ini menyatakan kemandirian mutlak Allah, di mana keberadaan-Nya sama sekali tidak bergantung pada apa pun atau siapa pun.
Saudara, Allah tidak membutuhkan kesaksian atau pengakuan dari manusia, malaikat, ataupun makhluk lain hanya untuk membuat diri-Nya menjadi Maha Besar. Kebesaran-Nya adalah hakikat yang melekat sempurna pada diri-Nya sendiri, bukan sebuah pemberian dari faktor eksternal.
Hal ini tentu sangat berbeda dengan raja-raja duniawi yang gelarnya diberikan oleh rakyat, atau dewa-dewa palsu yang eksistensi kekuasaannya sangat membutuhkan ritual pemujaan manusia agar tetap dianggap berkuasa.
"Andaikan manusia tidak menyebutnya Maha Besar, Allah tetaplah Yang Terbesar dari segala-galanya."
Dari Mana Kebesaran-Nya Bersumber?
Kebesaran-Nya berasal dan bersumber sepenuhnya dari dalam diri-Nya sendiri (self-existence). Kitab Yesaya 40:18-25 menegaskan sebuah pertanyaan retoris: "Dengan siapa hendak kamu samakan Allah?" Hal ini menunjukkan bahwa tidak ada tolok ukur atau standar apa pun di luar diri-Nya yang mampu mengukur kedalaman kebesaran-Nya.
Iman Kristen bukanlah penyebab atau faktor yang membuat "Tuhan menjadi besar". Iman kita adalah sebuah bentuk pengakuan dan pengagungan yang tulus dalam mengenal kebesaran-Nya yang memang sudah ada.
Oleh karena itu, setiap doa, pujian, dan ibadah yang kita naikkan tidak bertujuan untuk menambah ataupun mengurangi intensitas kebesaran-Nya. Semua itu adalah bentuk respons iman kita yang murni terhadap realitas kebesaran-Nya yang dahsyat.
Ia Maha Besar—bukan karena diakui, dipuja, atau dibela. Tuhan Yesus memberkati.
