Apakah Tuhan Haus Pujian?
Wahyu 19:4
Jika seseorang menjadi haus pujian, bisa dikarenakan ia merasa harga dirinya rendah dan membutuhkan pengakuan orang lain agar merasa berharga. Contoh Haman, marah besar ketika Mordekhai tidak mau berlutut untuk menyembahnya.
Berbeda sekali dengan Allah. Allah dalam wujud-Nya yang kekal, adalah Pribadi yang Sempurna. Dia tidak memiliki kekurangan, tidak memiliki rasa rendah diri, dan tidak memiliki ego yang harus divalidasi. Pujian dari manusia, sebanyak apa pun, tidak menambah sedikit pun kemuliaan-Nya karena kemuliaan-Nya sudah tak terbatas.
Apakah Kebesaran Tuhan Berkurang Jika Tidak Disembah?
Kebesaran Allah tidak bergantung pada pengakuan manusia. Ibarat matahari yang tetap bersinar terang meskipun ada orang yang menutup matanya dan menyangkal keberadaan cahaya tersebut—sinar matahari tidak menjadi redup hanya karena ia tidak diakui.
Demikian pula dengan Allah: Penyembahan tidak membuat Allah menjadi lebih besar. Kita menyembah bukan agar Allah menjadi Tuhan, melainkan karena kita mengakui bahwa Dia memang Allah yang layak disembah.
Hukum Gravitasi Rohani: Saat kita menyembah Tuhan, kita tidak sedang memberi "suap" agar Tuhan memberi berkat. Kita ibarat sedang keluar dari gua kegelapan dan berdiri di bawah sinar kasih-Nya.
KESIMPULAN:
Allah disembah bukan karena Dia haus pujian, tetapi karena memang Allah layak untuk disembah. Amin.
