Kamis, 28 Mei 2026

MENGAPA KITA MEMUJI TUHAN

🎧 Dengar Renungan Hari Ini
Renungan Harian

Mazmur 103:1-2

"Pujilah TUHAN, hai jiwaku! Pujilah nama-Nya yang kudus, segenap batinku! Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya!"

Saudara, seringkali pujian kita ditentukan oleh suasana hati atau situasi. Namun, Mazmur 103 menegaskan bahwa memuji Tuhan adalah tanggung jawab jiwa dan batin yang melampaui kondisi eksternal kita. Mengapa kita harus memuji-Nya?

"Pujian bukanlah sekadar ungkapan syukur atas apa yang telah Tuhan lakukan, melainkan sebuah pernyataan iman tentang siapa Tuhan itu." — A.W. Tozer

Mengapa kita harus memuji-Nya?

Karena Allah Layak Dikagumi
Memuji Tuhan adalah pengakuan bahwa Ia layak menerima segala kemuliaan karena karakter-Nya yang tidak berubah, bahkan di tengah dunia yang terus berubah. Kita memuji-Nya bukan karena apa yang Ia beri, melainkan karena siapa Dia.

Karena Kebaikan-Nya
Pujian adalah sarana untuk "mengingat kembali" napas hidup, perlindungan, dan kasih karunia-Nya yang baru setiap pagi. Kebaikan Tuhan jauh melampaui kemampuan kita untuk membalasnya; pujian adalah ucapan syukur atas kasih yang tak terhitung itu.

Karena Pengakuan akan Kedaulatan-Nya
Memuji mungkin tidak seketika mengubah keadaan kita, tetapi pujian mengubah perspektif kita. Ia membebaskan hati dari kekhawatiran dengan menempatkan Tuhan kembali di atas segala persoalan yang kita hadapi.

KESIMPULAN:
Memuji Tuhan bukanlah karunia khusus bagi segelintir orang. Memuji Tuhan adalah respons natural setiap anak Tuhan yang menyadari kasih karunia-Nya. Jangan biarkan keadaan membungkam pujian yang seharusnya mengalir dari jiwa Anda. Amin.. Amin.

bm

"Dadi Banyu Ojo Wedi Aro Watu|Air tidak boleh takut dengan batu".

avatar
Admin RENUNGAN 2 MENIT Online
Welcome to RENUNGAN 2 MENIT theme
Chat with WhatsApp