ANAKMU ADALAH ANAK PANAHMU - IBADAH KELUARGA SEJAHTERA
ANAKMU ADALAH ANAK PANAHMU
Membesarkan anak itu seperti orang yang sedang menggenggam sebuah anak panah. Anak panah tersebut mau dibawa kemana tergantung siapa yang memegangnya dan mengarahkannya.
Firman Tuhan Berkata:
Ams 22:6 ¶ Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanyapun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu.
Ams 29:17 ¶ Didiklah anakmu, maka ia akan memberikan ketenteraman kepadamu, dan mendatangkan sukacita kepadamu.
BAGIAN TERPENTING ADALAH ANAK PANAH TSB TIDAK BOLEH MELENCENG:
Jika melenceng itu berarti kehilangan arah. Melenceng berarti keluar dari arah tujuan. Melenceng berarti melenceng dari cita-cita dan harapan.
Dimana orangtua tidak punya waktu untuk memberi pelajaran budi pekerti sesuai firman kepada anaknya. Sesibuk apapun, senganggur apapun - Luangkan waktu. Jangan percayakan kepada Babysitter bernama HAPE!!!!
2. Orangtua lupa diri:Orangtua bisa lupa diri saat memiliki banyak uang. (karena merasa memiliki pegangan, mulai berubah setia dlm rumah tangganya-menganggap suami/istrinya sdh tidak cantik lagi lalu mulai cari alternatif karena merasa punya uang)
Saya mau tanya siapa yang jadi korban jika terjadi konflik, terjadi perceraian, terjadi musibah badai rumahtangga????
Yang Jelas anak akan menjadi korban ego kebodohan orangtuanya.
-- Orangtua bisa lupa diri disaat dikuasai emosi."
Sebagus apa pun bidikan dan setenang apa pun seorang pemanah, ada faktor luar yang tidak bisa dikontrol sepenuhnya—seperti pergaulan, pengaruh luar, atau tekanan sosial di luar rumah (angin kencang).
PESAN GEMBALA:
Penting buat kita, tanyai ketika anak baru pulang sekolah, kamu tadi diajari apa, ketemu siapa, ada masalah gk...
Amatilah wajah anakmu, menyiratkan stress atau tidak, menyiratkan sedang dalam tekanan tidak, Amati!... jika keceriaanya berubah, sakitkah, ketika diajak berdoa kok tolah - toleh spt tidak nyaman, baru dibullikah.... ini harus terus dievaluasi oleh orangtua.
Bpk/Ibu segera ciptakan ketahanan karakter internal untuk anak kita, agar mereka tetap stabil meski situasi di luar "mencoba membelokkan arah" mereka.
Biasakan bergaul dengan firman sejak dini, ibadah sejak dini, diajak ke gereja sejak dini.
Ini akan membentuk kebiasaan.
Jadilah teladan,dan ciptakan atmosfir yang baik untuk mereka.
Beri mereka kehangatan melalui kata2, melalui sikap, melalui hadiah yg tulus dari hati sdr. Amin!!! (Pdt. Agus Winardi)
