Senin, 27 Juli 2026

ANAKMU ADALAH ANAK PANAHMU - IBADAH KELUARGA SEJAHTERA

Anakmu Adalah Anak Panahmu - Renungan Keluarga

🎧 AUDIO IBADAH KELUARGA

ANAKMU ADALAH ANAK PANAHMU

Mzm 127:4 "Seperti anak-anak panah di tangan pahlawan, demikianlah anak-anak pada masa muda."

Membesarkan anak itu seperti orang yang sedang menggenggam sebuah anak panah. Anak panah tersebut mau dibawa kemana tergantung siapa yang memegangnya dan mengarahkannya.

Memang benar apa kata pepatah “Tidak ada gading yang tidak retak”. Namun setidaknya kita harus berusaha untuk mengarahkan anak panah tersebut ke sasaran yang dikehendaki Tuhan.

Firman Tuhan Berkata:
Ams 22:6 ¶ Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanyapun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu.
Ams 29:17 ¶ Didiklah anakmu, maka ia akan memberikan ketenteraman kepadamu, dan mendatangkan sukacita kepadamu.

BAGIAN TERPENTING ADALAH ANAK PANAH TSB TIDAK BOLEH MELENCENG:
Jika melenceng itu berarti kehilangan arah. Melenceng berarti keluar dari arah tujuan. Melenceng berarti melenceng dari cita-cita dan harapan.

ANAK PANAH AKAN MELENCENG JIKA:
1. Orangtua hilang fokus:

Dimana orangtua tidak punya waktu untuk memberi pelajaran budi pekerti sesuai firman kepada anaknya. Sesibuk apapun, senganggur apapun - Luangkan waktu. Jangan percayakan kepada Babysitter bernama HAPE!!!!

2. Orangtua lupa diri:

Orangtua bisa lupa diri saat memiliki banyak uang. (karena merasa memiliki pegangan, mulai berubah setia dlm rumah tangganya-menganggap suami/istrinya sdh tidak cantik lagi lalu mulai cari alternatif karena merasa punya uang)

Saya mau tanya siapa yang jadi korban jika terjadi konflik, terjadi perceraian, terjadi musibah badai rumahtangga????
Yang Jelas anak akan menjadi korban ego kebodohan orangtuanya.

"Hati-hati! Orangtua bisa lupa diri disaat kepercayaan diri ada dipuncak. Entah karena tidak pernah sakit, tidak pernah kekurangan, tidak pernah ditegur Tuhan.
-- Orangtua bisa lupa diri disaat dikuasai emosi."
3. Lingkungan / Tiupan Angin (Faktor eksternal):

Sebagus apa pun bidikan dan setenang apa pun seorang pemanah, ada faktor luar yang tidak bisa dikontrol sepenuhnya—seperti pergaulan, pengaruh luar, atau tekanan sosial di luar rumah (angin kencang).

"1Kor 15:33 Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik."

PESAN GEMBALA:
Penting buat kita, tanyai ketika anak baru pulang sekolah, kamu tadi diajari apa, ketemu siapa, ada masalah gk...

Amatilah wajah anakmu, menyiratkan stress atau tidak, menyiratkan sedang dalam tekanan tidak, Amati!... jika keceriaanya berubah, sakitkah, ketika diajak berdoa kok tolah - toleh spt tidak nyaman, baru dibullikah.... ini harus terus dievaluasi oleh orangtua.

PENUTUP:

Bpk/Ibu segera ciptakan ketahanan karakter internal untuk anak kita, agar mereka tetap stabil meski situasi di luar "mencoba membelokkan arah" mereka.
Biasakan bergaul dengan firman sejak dini, ibadah sejak dini, diajak ke gereja sejak dini.
Ini akan membentuk kebiasaan.

Jadilah teladan,dan ciptakan atmosfir yang baik untuk mereka.
Beri mereka kehangatan melalui kata2, melalui sikap, melalui hadiah yg tulus dari hati sdr. Amin!!! (Pdt. Agus Winardi)

bm

"Dadi Banyu Ojo Wedi Aro Watu|Air tidak boleh takut dengan batu".

avatar
Admin RENUNGAN 2 MENIT Online
Welcome to RENUNGAN 2 MENIT theme
Chat with WhatsApp