Selasa, 08 September 2026

TIDAK ADA YANG MUSTAHIL BAGI TUHAN -IBADAH KELUARGA SEJAHTERA

TIDAK ADA YANG MUSTAHIL BAGI TUHAN - Renungan Pagi

🎧 AUDIO RENUNGAN:

Kejadian 17:17 (TB) "Lalu tertunduklah Abraham dan tertawa serta berkata dalam hatinya: 'Mungkinkah bagi seorang yang berumur seratus tahun dilahirkan seorang anak dan mungkinkah Sara, yang telah berumur sembilan puluh tahun itu melahirkan seorang anak?'"

Usia Abraham (100 tahun) dan Sara (90 tahun). Dilihat dari sudut pandang medis modern, kemungkinan mereka untuk memiliki anak kandung secara alami adalah sangat mustahil. Bahkan di Kitab Ibrani Rasul Paulus menulis kondisi Abraham:

"Itulah sebabnya, maka dari satu orang, malahan orang yang telah mati pucuk, ....." — Ibrani 11:12a

Kata "mati pucuk" dalam ayat ini memiliki makna ketidakmampuan reproduksi total karena usia lanjut.
Bahasa jawanya: GABUG / KOPONG—sebuah kondisi di mana secara fisik, tidak ada lagi harapan untuk memiliki keturunan.

Mendengar perkataan Tuhan - reaksi mereka adalah tertawa dalam hati. Tertawa Abraham bukanlah bentuk sinisme, bahkan dinilai wajar karena secara medis pada usia 100 tahun, tubuhnya (dan istrinya) secara fisiologis sudah "mati" dalam hal reproduksi.

Dari Alkitab kita belajar,bagi Allah tidak ada yang mustahil. Lalu, bagaimana caranya?

Tuhan akan melakukan bagian Nya: menghidupkan kembali sistem reproduksi Sara, dan memperbarui kesehatan Abraham.
Tugas Abraham dan Sara adalah bekerjasama: dimulai dari membangun kekompakan. Mereka berdua harus mempercayai janji Tuhan—bahasa hari ini: "bersinergi".

ADA TIGA POLA MUJIZAT DI ALKITAB:

1. Mujizat murni tanpa sentuhan manusia. Contoh: Lazarus yang dibangkitkan dari kematian. Orang Buta sejak lahir bisa melihat, melipat gandakan 5 Roti dan 2 Ikan secara instan tanpa melalui proses memasak. Artinya Allah bekerja sepenuhnya.

2. Mujizat dimulai dari kebiasaan kecil.Contoh: Saat kita menjaga pola makan, berolahraga, istirahat cukup—tubuh menjadi lebih sehat dan umur lebih awet. Ini mujizat yang lahir dari disiplin.

3. Mujizat terjadi karena kerja sama. Seperti Abraham dan Sara. Allah sanggup, tetapi mereka harus percaya dan bertindak.

Semuanya itu pasti akan terjadi sebab mereka sudah mendapatkan sentuhan Allah
Terkecuali, jika mereka tidak mau bekerja sama—maka jawaban itu tidak akan pernah ada. Bayangkan, Allah sudah membuka jalan namun Abraham dan Sara tidak pernah tidur bersama. Maka mujizat juga tidak akan pernah terjadi.

Allah adalah Tuhan yang menghidupkan yang mati. Apa yang mustahil bagi manusia, tidak mustahil bagi Dia. Dan Dia mengundang kita untuk percaya—dan untuk bertindak.

"Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil." — Lukas 1:37

Hari ini, kita ada bukan karena kita kuat, bukan karena kita hebat. Tapi karena Allah sanggup mengadakan yang mustahil sekalipun.

Mari kita percaya. Dan mari kita bertindak. Maka kita akan melihat kemuliaan-Nya. Amin

bm

"Dadi Banyu Ojo Wedi Aro Watu|Air tidak boleh takut dengan batu".

avatar
Admin RENUNGAN 2 MENIT Online
Welcome to RENUNGAN 2 MENIT theme
Chat with WhatsApp