1Ptr 5:7 Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.

Rasa kuatir yang sehat adalah kuatir yang slalu terkendali dan tidak merusak mental, tidak mengganggu kesehatan, tidak mengganggu roda aktivitas seseorang, terlebih tidak mengikis iman percaya kita kepada Tuhan.

Cara terbaik untuk memiliki rasa kuatir yang sehat adalah mengelolanya dengan benar:

1. Mempercayai pemeliharaan Tuhan.
Mat 6:26 — "Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu?"
2. Menyadari keterbatasan kita.
Mat 6:27 — "Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?"

Setiap orang berhak untuk memiliki rasa kuatir, namun yang disoroti Tuhan Yesus adalah rasa kuatir yang tidak sehat.

3. Menyadari bahwa rasa kuatir tidak pernah menyelesaikan masalah.
Luk 10:41 — Tetapi Tuhan menjawabnya: "Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara,"
Kesimpulan Menyadari keterbatasan bukan berarti membatasi diri untuk berkarya atau mencegah untuk maju menjadi lebih baik, lebih berhasil, lebih mapan dari hari ini. Justru menyadari keterbatasan akan membuat kita akan melakukan sesuatu berdasarkan prioritas setiap hari.
Tetaplah semangat, Imanuel Tuhan beserta, amin.