Mat 6:27 "Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?"

Setiap orang berhak untuk memiliki rasa kuatir, namun yang disoroti Tuhan Yesus adalah rasa kuatir yang tidak sehat.

Rasa kuatir yang sehat berkaitan dengan rasa tanggung jawab. Misalkan ketika anak sakit, kita kuatir. Kuatir terjadi kebakaran, timbul kuatir.

Rasa kuatir yang tidak sehat...

Luk 10:41 — Tetapi Tuhan menjawabnya: "Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara,"

Dalam bahasa Yunani, kata “kuatir” adalah merimnao (pengucapan: @mer-im-nah’-o@). Kata ini menggambarkan kondisi pikiran seseorang yang terpecah, kebingungan/mengalami kecemasan sehingga orang tersebut kehilangan fokus dan kedamaian batin.

Inilah sebabnya Tuhan memberikan pengertian Firman:

"Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?"

Artinya ketika kita cemas berlebihan, bingung berlebihan, kehilangan fokus, apakah situasi akan semakin baik? Justru yang terjadi sebaliknya... keadaan makin tidak terkendalikan dan banyak orang malah mengalami gangguan mental.